Tuesday, September 20, 2011

Rimba Fantasi

Seringkali juga manusia sendirian - seperti aku
Menulusur sepanjang perjalanan masa dan hati
Sunyi dan suram - tropika malam tanpa satwa tanpa serangga
Dengan akal bercangkawilang - putus asa patah harap
Sesekali tersungkur lalu menangis - meraba debu dan batu
Lalu dengan perlahan - dengan izin-Nya
Merangkak , sambil mengimbau masa lalu
Mencuba mengingati saat baru tertatih-tatih di depan ibu yang tersenyum gembira
Betapa hati tersentap - dan malu barangkali
Barulah tersedar
Kedewasaan ini rupanya hanya bertemu khayalan
Tanpa arah menjadi panduan
Kerna kita manusia - setiap yang di dunia
Adalah pencari jalan keluar
Dari rimba fantasi alam ngeri ini
Menuju kota pelangi berhias cahaya.


Kota Kinabalu